Tampilkan postingan dengan label Gamis Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gamis Muslimah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 November 2011

Tips Memilih Busana Gamis untuk Acara Pesta

Baju Gamis - Gaya dan model busana muslim kini semakin beragam. Berbagai macam model tunik berdetail feminin sangat praktis dipadankan dengan rok atau celana panjang berpotongan sederhana. Namun, bagaimana saat harus menghadiri pesta formal? Busana muslim seperti apa yang harus Anda kenakan?

Baig anda yang menghadiri acara pesta siang hari, pilihlah busana muslim dalam warna-warna terang. gunakan busana muslim dengan bahan yang menyerap keringat yang tidak mudah kusut. Sebaiknya terdiri atas dua potong, atasan, dan celana panjang. Untuk aktivitas yang lebih banyak diam di tempat, Anda bisa menggunakan rok panjang.

gamis

Untuk acara pesta pada sore hari yang santai, Anda bisa menggunakan padanan berwarna segar seperti hijau atau biru berupa tunik panjang berhias bordir di muka, dipasangkan dengan rok panjang atau tunik China dengan aksen bordir dan payet pada sisi muka. Busana ini juga serasi dipadankan dengan celana berwarna lebih muda sebagai kombinasinya. Busana muslim beraksen bunga-bunga di bagian depan menjadikan blus tampak chic dan gaya. Jangan lupa kenakan selendang berwarna terang agar penampilan tidak berkesan monoton.

Untuk acara pesta berlangsung malam hari, produk busana muslim gaya glamour bisa menjadi pilihan Anda. Namun tidak perlu mengenakan yang bertabur kristal atau payet. Anda bisa menggunakan kaftan dengan embroidery emas atau perak. Alternatif lain, gunakan baju gamis bercorak floral dengan teknik lukisan atau tunik panjang bergaris kebaya yang dipadukan bersama kain.

Untuk gaya yang lebih muda dan casual, bisa berkreasi dengan batik? Sekarang ini banyak terdapat kain batik yang dikemas dalam gaya kontemporer. Atau pengen lebih simpel, busana muslim yang sederhana pun bisa Anda kenakan untuk ke acara pesta yang formal, cukuo dengan dengan tambahan kreasi dan aksesorsi lain tentunya.

Info Terkait: Gamis Muslimah

Rabu, 11 Mei 2011

Serba-serbi Memilih Baju Gamis




Baju Gamis merupakan Salah satu jenis busana muslimah yang sering dipakai, yakni berupa busana dengan model baju terusan yang panjangnya sampai ke mata kaki.

Disamping lebih nyaman dipakai karena terasa longgar di pinggang, orang yang memakai gamis pun terlihat lebih anggun dan feminin. Terlebih pada saat ini, model gamis lebih banyak pilihan, karena ditambah dengan detil-detil yang manis, sehingga membuat penampilan gamis semakin menawan.

baju gamis



Agar memanjakan para penggemar baju gamis ini, para perancang mode kini berlomba untuk membuat beragam busana muslimah dengan model dasar gamis, bentuknya yang lebar memberikan kebebasan untuk melakukan berbagai modifikasi baik dari sisi model maupun pemberian aksen.

Di sisi lain, gamis juga lebih mempunyai penggunaan yang luas, dari mulai dipakai untuk aktivitas non formal, semi formal sampai yang formal.

Baju Gamis dari bahan katun dengan model sederhana bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari, sedangkan untuk acara yg lebih formal, gamis yang memang sudah punya pembawaan anggun seperti longdress tinggal melakukan penyesuaian pada bahannya saja.

Gunakan kain yang memberikan kesan mewah dan elegan seperti bahan satin, nepsilk atau brokat, atau bisa juga dikombinasikan dengan aplikasi-aplikasi berupa selendang organdi, obi sutra, bordir atau taburan payet.

baju gamis

Baju gamis pun tidak harus identik dengan nuansa timur tengah, saat ini kombinasi gamis berbahan batik dengan kain katun polos berwarna, yang sesuai dengan warna dasar batik adalah pilihan yang bisa menjadi koleksi busana pesta Anda.

Gamis yang baru muncul saat ini adalah dengan pemasangan cappucon, yaitu berupa tudung kepala, yang nantinya dikombinasikan dengan kerudung atau selendang.

Berikut ini beberapa cara dalam memakai baju gamis:

- Gamis harus betul-betul bisa menutup aurat pemakainya, tidak ketat, tipis dan menerawang, sehingga bisa menyamarkan siluet bentuk tubuh.

- Untuk yang berbadan besar, hindari gamis dari bahan kaos, karena sifat bahan kaos yang lentur, pakaian akan menjad melar dan menempel di badan, sehingga mengikuti bentuk tubuh.

- Tapi untuk Anda yang bertubuh kecil, gamis kaos dari bahan kaos katun combed 20s dan 30s bisa menjadi pilihan, sebab selain tetap elastis, adem dan nyaman untuk dipakai sehari-hari, bahannya tidak terlalu lembek sehingga tidak terlalu menempel ke badan.

- Secara model, untuk Anda yang bertubuh kecil, cobalah memakai gamis tumpuk yang terdiri dari dalaman dan luaran, disini Anda bisa memakai gamis berbahan tebal di dalam dan untuk lapisan luarnya bisa menggunakan kain berbahan tipis model blouse dengan corak warna yang cerah.

- Sedangkan untuk Anda yang berbadan besar, sebaiknya menggunakan bahan yang terkesan ringan dengan corak warna gelap. Selamat mencoba ! (*/abi/wartanews.com)

Senin, 29 November 2010

Baju Muslim Ala Artis Kerap Di Cari


Manohara Odelia Pinot dan Pasha Ungu sedang tenar di Pasar Tanah Abang. Gamis dan tunik yang pernah mereka pakai rupanya sedang dicari-cari.Seperti pengakuan beberapa penjual baju muslim di Pasar Tanah Abang, Anti (20) yang mengaku mendapat pesanan Model Baju Muslim Terbaru ala Manohara.

"Kalau baju gamis Manohara selalu dipesan terus. Kalau stok disini habis pasti kita

akan pesan lagi," ujar penjual baju muslimah Anti (20) kepada detikRamadan di Pasar Tanah Abang, Jakarta PusatMenurut Anti, Pesanan terhadap baju gamis Manohara tersebut juga datang dari luar Kota Jakarta.

"Sudah ada beberapa kota yang memesan model seperti ini. Salah satunya sudah ada dari Lombok," ungkapnya.Sementara itu, pedagang baju lainnya, Ahmad (32) juga mengakui bahwa selain gamis Manohara, baju para artis dan publik figur lainnya banyak dicari pembeli.

"Kemarin juga banyak yang memesan baju gamis model Jusuf Kalla dan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Artis lainnya seperti Pasha Ungu," tuturnya.Ahmad memperkirakan, untuk Ramadan dan natal kali ini akan didominasi oleh baju gamis Manohara. "Pasti dekat Natal nanti maka akan laku keras penjualannya," pungkasnya.

Sumber

Muslimah di Eropa,Modis Tapi Tetap Islami


Meski menghadapi tantangan hidup di negara yang menganut sekularisme, di mana jilbab masih di larang di sebagian sekolah-sekolah milik pemerintah, Muslim Eropa mampu memberikan pengaruhnya lewat busana Muslim.

“H&M dan semua toko-toko di Prancis mengambil baju muslim kami, ” kata Mahika, Muslimah berusia 24 tahun yang tinggal di Paris. H&M atau Hennes & Mauritz adalah perusahan pakaian terkenal dari Swedia.

Sementara itu Ouslhgozi Jkrom pemilik toko pakaian mengatakan, busana yang sedang populer saat ini adalah busana dengan hiasan payet dan manik-manik. “Sedangkan warna yang banyak diminati adalah warga oranye, ” kata Jkrom sambil memperlihatkan koleksi pakaian dan jilbab dengan warna-warna cerah yang ada di tokonya. “Saya melihat bahwa sangat mudah berbusana di sini, semua model pakaian ada di kota, ” kata Bushra Sayed yang tinggal di Rotterdam, Belanda.

Dengan mengenakan jilbab berwarna coklat tua, rok jeans dan baju panjang, Bushra meyakini bahwa agama dan gaya berbusana, bisa berjalan beriringan.

“Saya seorang Muslim, tapi saya juga orang yang sangat tertarik dengan dunia fashion. Dan saya ingin mengombinasikan semua ini. Persoalannya cuma kombinasi, semuanya akan mudah jika Anda melihat pengaruh cara berbusana kami ke cara berbusana pada umumnya, ” papar Bushra.

Bushra mengaku tetap mengikuti perkembangan busana, tanpa harus melanggar aturan berbusana seperti yang diajarkan dalam Islam.

“Bagi saya, sangat penting untuk menutup tubuh saya, kecuali tangan, telapak kaki dan wajah. Dengan prinsip itu, saya tetap bisa mengenakan apapun yang ingin saya kenakan, asalkan tidak terlalu ketat dan pendek, ” tukasnya.

“Ibu saya, teman-teman dan kerabat sangat antusias dan saya tidak perlu repot soal gaya saya, ” sambungnya.

Sumber

Pemahaman Bergamis Dan Berbaju Muslim


Jika anda pernah pergi ke negara arab,maka anda tidak akan aneh lagi melihat orang menggunakan kondura atawa gamis.pakaian ini adalah Busana Muslim khas arab. Jika di tanah air gamis selalu identik dengan kyai atawa imam masjid,maka di tanah arab,orang nonton bola juga pake gamis,kalo anda jalan-jalan ke city center dubai untuk nonton bioskop maka anda akan melihat orang arab berseliweran dengan mengenakan gamis jadi sebenarnya gamis adalah budaya arab

Tapi berbeda dengan pakaian profesi,pakaian ala ustadz atawa kyai tanah air yang sering di manfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,dan celakanya banyak orang kita yang beranggapan bahwa orang yang menggunakan gamis itu identik dengan orang -orang ektrim,keras dan cap-cap negatif lainnya.apalagi kalau yang bersangkutan berjenggot,wah udah aja pikiran kita langsung ke arah yang enggak-engak.

padahal bisa jadi orang yang menggunakan baju biasa,justru lebih berbahaya karena sulit untuk di kenali,saat ini kita hidup dalam dunia yang penuh dengan penjungkirbalikan fakta.orang yang sebenarnya baik di anggap berbahaya,sedangkan orang yang sebenarnya berbahaya malah di anggap sebagai dewa.

betapa banyak muslimah saat ini yang berpakain tetapi sebenarnya ”telanjang”dengan pakaian yang serba mini dan sexi mengundang birahi kaum lelaki hidung zebra.jangan salahkan kaum laki-laki jika mereka punya victor ( vikiran kotor ) ketika melihat anda berlengak-lenggok seperti pragawati.akhirnya moga aja kedewasaan kita semakin bertambah,dan kita bisa semakin arif untuk membaca ”tanda” yang menyinggahi kehidupan kita.sehingga tidak terlalu cepat menilai seseorang hanya karena pakain yang di kenakannya.

Sumber

Jilbab: Citra Intelektual dan Spiritual


Fenomena jilbab akhir-akhir ini semakin marak. Gelombang fenomena ini semakin terasa pada kampus-kampus yang berkonotasi pada kam-pus "sekuler" atau "tidak Islami". Dalam satu sisi pandang, jelas ini merupakan suatu hal yang patut disyukuri. Karena, paling tidak ini menjadi suatu cermin korektif betapa kesadaran akan penghayatan keberagamaan secara lebih mendalam menjadi suatu kebutuhan yang esensial dalam menghadapi arus zaman sekarang ini.

Berjilbab, dalam tatapan ekologis dan kosmologis, merupakan suatu perlawanan dan penolakan terhadap perkembangan budaya asing yang mewabah di negeri ini. Dengan berjilbab, ada semacam proses identifikasi untuk menjadi Muslimah sejati.

Penulis The Tao of Islam, Sachiko Murata, men-jelaskan dengan sangat menarik perihal kepentingan kaum wanita Muslimah menutupi aurat mereka. Tulisnya, "Keindahan dan kecantikan Tuhan termanisfestasi dalam diri wanita. Semakin wanita tersebut menjaga keindahan dan kecantikannya, maka dalam tatapan kosmologis, wanita tersebut seolah-olah menutupi Keindahan dan Kecantikan Tuhan."

Sayang, kesadaran wanita yang berjilbab itu belum sampai ke arah seperti itu. Pada dataran praktis, masih banyak terjadi percampuran budaya Barat de-ngan budaya Islam. Ataupun, ketidakmampuan untuk mengendalikan keinginan diri. Misalnya, sebagian wanita sudah menge-nakan kerudung atau jilbab serta busana muslim, tapi bajunya terbuat dari kain yang tipis yang tentu saja mem-bentuk tubuhnya yang indah. Jelas, hal ini kurang memenuhi ke-sempurnaan perintah syariat.

Sumber

Busana Muslim Mampu Kurangi Syahwat


Sebenarnya busana Muslim sangatlah indah, jika seorang wanita mengenakannya maka akan menambah keanggunan dan martabatnya. Secara kasat mata, si wanita tersebut seolah-olah mengumumkan bahwa “saya seorang Muslimah, saya tidak mengumbar aurat sembarangan kepada dunia, kecuali kepada suami sendiri”. Alhamdulillah sejauh ini minat kaum Muslim terhadap busananya masih terbilang tinggi.

Walaupun cukup disayangkan, karena ada sebagian kaum Muslim yang mengenakan busana Model Baju Muslim hanya untuk waktu-waktu tertentu, contohnya seperti perayaan hari besar (Ied Fitri dan Ied Adha), pergi ke Masjid, Mushola dan Surau atau acara Nikahan, setelah itu mereka kembali kepada baju modernnya sebagai ciri khas kesehariannya.

Ada juga sebagian kaum Muslimah yang mengenakan busana Muslim, seperti Jilbab untuk menutupi kekurangan pada rambutnya yang tidak elok, namun tubuhnya di tutupi oleh kaos ketat (hingga bagian pinggang & pusernya terlihat dan bagian buah dadanya menyumbul) dan kakinya di baluti celana jeans ketat hingga lekuk pinggang hingga kakiknya terlihat jelas. Muslimah jenis ini cocok dengan ungkapan, leher keatas melihat surga, leher kebawah neraka!

Sebagai pria yang sehat dan punya kebutuhan seksual, maka wajar jika ia tergoda, karena pria tersebut punya hawa nafsu. Karena ia melihat pemandangan yang menantang nafsunya, lain halnya jika si wanita berpakaian tertutup (baca pakaian Muslimah), namun masih juga di perkosa, baru tepat jika si pria di cap berfikiran kotor dan mesum.

Wanita yang berpakaian sexy dalam bentuk apapun maka ia tidak menjaga tubuhnya dari ancaman pemerkosaan, kejahatan tidak hanya niat dari pelakunya tapi kesempatan yang muncul dihadapan si pelaku (pinjem kata-kata bang Napi!). Dan ini tidak ada hubungannya dengan hak asasi manusia untuk berseksi ria atau bertelanjang ria di muka publik. Manusia bukan untuk memamerkan tubuhnya! Tapi menjaganya dari ancaman kejahatan, dimulai dari diri sendiri!

Kita bukan mahluk purba jaman doeloe yang masih bertelanjang badan dalam keseharian, namun kita sudah beradab, maka berpakaianlah sesuai tuntunan agama kamu, jika kamu mau selamat dunia dan akhirat…Amiiin

Sumber