Minggu, 13 Februari 2011

Busana Gamis, Cocok Untuk Segela Zaman


Baju Gamis - Jika Berbicara busana muslim, pasti tidak mungkin lepas dari baju gamis. Meski terbilang klasik, baju gamis ternyata fleksibel dalam mengikuti perkembangan mode.

Baju Gamis merupakan salah satu bentuk busana muslim yg pertama kali diperkenalkan pada masyarakat Indonesia. Karenanya, busana mengikuti garis abaya ala Arab ini pasti sering dijumpai.

Meski terbilang klasik, bentukan ini ternyata bersifat adaptif. Mampu mengikuti perkembangan zaman dan berevolusi menjadi gaya busana kontemporer. Di negara asalnya, gamis lebih dikenal dgn sebutan thobe.

Uniknya, di Arab, jenis busana ini justru bersifat unisex, yg berarti dapat dikenakan pria dan wanita. Bentuknya yg bersiluet longgar, panjang hingga ke mata kaki, dan berlengan panjang ini memang "ramah" bagi siapapun yg ingin menggunakannya. Kesan tertutup itu selain sopan pun memiliki kelebihan lain, yakni mencegah sengatan sinar matahari gurun yg menyengat.

Di Indonesia, gamis lebih akrab sebagai busana wanita dibanding pria. Karena itu, baju gamis cenderung tampil dekoratif dgn berbagai hiasan pelengkapnya. Mulai dari bordir, sulam, embellishment, hingga penambahan payet yg membuat tampilan baju gamis jadi semakin atraktif.

Para desainer pun setuju dgn sifat baju gamis yg adaptif dan mudah dibentuk. Hal itu terlihat dari perkembangan busana muslim setiap tahunnya. Meksipun digempur dgn berbagai bentukan dan garis rancangan baru, gamis tetap bertahan. Malah perlahan berubah bentuk, menyerap berbagai unsur dan menjelma menjadi busana modern bagi para muslimah urban.

Gaya victorian yg memberi sentuhan vintage dituangkan lewat bentukan kerah tinggi, lengan ekstralebar, serta aksen puff yg kerap hadir dalam koleksinya. Belum lagi penambahan detail layaknya beads, payet, dan mote yg menampilkan citra mewah.

Pernyataan serupa keluar dari ketua Ikatan Perancang Busana Muslim (IPBM) Jawa Barat Iva Lativah. Baginya, warna dan motif akan menampilkan nuansa baru pada rancangan bila diaplikasikan secara tepat.

Di sisi lain, gamis pun bisa tampil dinamis saat dikombinasikan dgn garis rancangan geometris. Nuansa maskulin tersebut kerap dihadirkan Ernie Kosasih serta Hannie Hananto.

Keduanya rupanya terinspirasi gaya art deco yg berkesan sophisticated dan kontemporer. Hal itu tertuang jelas lewat koleksi baju gamis yg banyak mengandalkan permainan garis maupun potongan tajam dan bersegi.

Garis-garis itu melambangkan kecepatan. Sementara bentukan geometris menyimbolkan gaya hidup baru yg mapan, modern, tapi tidak terjebak kesan futuristis.

Evolusi baju gamis tidak berhenti sampai di situ. Jenis busana memiliki bahasa latin camisia ini pun ternyata mengadaptasi gaya romantis dari gaun para bangsawan masa lalu. Terlihat dari bentuknya yg lebih bervolume serta gaya lembut yg dihasilkan dari gabungan warna pastel dgn material melayg.

Meski bervariasi, koleksi ini tetap memberikan kesan feminin khas busana muslim.

Sumber: lifestyle.okezone.com

Temukan Info Lain Seputar Baju Gamis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar