Tampilkan postingan dengan label Busana Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Busana Muslim. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Februari 2012

Memilih Busana Muslim Anak

Membelikan si kecil baju muslim akan membuat dia menjadi rajin dan semangat untuk pergi mengaji dan beribadah. Agar anak merasa nyaman dalam melakukan aktivitasnya, ada baiknya untuk memilih baju muslim modern yang tepat. Yuk, simak apa saja yang perlu kita perhatikan dalam memilih baju muslim untuk putra-putri kesayangan:


baju muslim anak


- Pilihlah bahan baju muslim yang terbuat dari katun atau kaos yang lembut dan bisa menyerap keringat.

- Ajaklah anak anda untuk memilih warna baju yang disukainya. Warna cerah umumnya disukai anak-anak dan juga terlihat rapid an bagus.

- Hindari memilih baju yang terlalu ketat, sebaiknya pilih baju muslim yang agak longgar agar anak bebas ber=lajar dan bermain.

- Pilihlah baju muslim memiliki aksesoris yang simple, hindari menggunakan baju muslim modern dengan aksesorsi berlebihan, karena akan mengganggu kenyamanan si kecil.

Semoga tips memilih baju muslim ini bermanfaat untuk anda.(wk)

Selasa, 19 Juli 2011

Tips Nyaman Berbusana Saat lebaran




Lebaran selalu identik dengan busana baru. Namun baju baru atau tidak, bukanlah yang terpenting. Ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam memilih baju muslim atau pun baju biasa untuk hari raya.

baju muslim

Kenyamanan
Jangan memaksa jika ingin membeli baju baru. Bila Anda merasa kurang nyaman dengan baju tersebut sedikit saja, jangan memaksa untuk membelinya. Baju yang kurang nyaman hanya akan membatasi gerakan Anda saat bertemu dengan sanak saudara.

Bahan baju
Pilih bahan baju yang menyerap keringat. Pilih bahan yang nyaman seperti, katun atau sifon. Jangan memilih busana yang terbuat dari bahan organdi dan shantung karena bisa menimbulkan bau tak sedap jika terkena keringat. Walaupun nyaman, busana berbahan kaos terkesan terlalu santai untuk momen lebaran.

Model baju
Sesuai tema Idul Fitri, sebaiknya kenakan baju yang sopan. Tak perlu selalu memilih baju muslim, busana berpotongan longgar bisa juga mempercantik Anda di hari raya. Kaftan etnik dan maxi dress berlengan adalah beberapa model yang bisa jadi pilihan. Bagi Anda yang tidak memakai jilbab, memakai pashmina atau kerudung bisa jadi pelengkap penampilan.

Sepatu
Kegiatan lebaran yang mengharuskan Anda untuk mengunjungi banyak saudara dan kerabat akan lebih nyaman dengan sepatu hak datar (flat). Namun jika kurang percaya diri dengan flat, Anda bisa mengenakan wedges yang juga tak kalah nyaman.

(eya/fer)

Senin, 16 Mei 2011

Model Busana Muslim Etnik ala Donna Harun Laris Manis




Gaya busana bagi para wanita kian hari kian keren dan fotogenik. Terbukti permintaan busana muslim di Pasar Kapasan Baru, Surabaya tak pernah sepi pembeli. Model yang ditawarkan busana penutup aurat ini pun bermacam-macam.

Salah satunya model busana muslim model etnik Donna Harun yang sekarang sedang booming. Seperti pengakuan pemilik Toko Nusa Dua, Yudhi. Dia menjelaskan dalam sebulan, ribuan potong baju muslim etnik Donna Harun tersebut laku terjual. Per hari bisa menjual 100 lebih baju.

model busana muslim


"Banyak sekali yang pesan busana muslim ini mas, Ini model terbaru tahun ini," ujar Yudhi saat ditemui detiksurabaya.com, Minggu (8/5/2011).

Yudhi menjelaskan model busana muslim tersebut mempunyai corak etnik yang dipadukan dengan kalung untuk memperkuat kesan etniknya. "Busana dan kalung jadi satu setel, Ini yang promosikan Mbak Donna Harun," jelasnya.

Menurutnya, dirinya bisa menjual busana secara partai dan per buah, minimal tiga buah setiap kali pembelian. Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Mulai dari yang paling murah Rp 120 ribu dan paling mahal 130 ribu per potong.

Para pelanggannya pun tak hanya dari Surabaya saja. Dari luar Surabaya seperti Tuban, Lamongan bahkan hingga Indonesia timur, tepatnya daerah Kupang NTB, juga mengincar busana Donna Harun.

"Kami juga siap kirimkan busana pesanan konsumen," tambah pria yang mengaku telah 22 tahun berdagang di Pasar Kapasan.

Saat ini Yudhi mengaku menjual busana Donna Haru di 3 gerainya yakni di lantai dasar, lantai satu dan dua. "Syukurlah, para pelanggan percaya untuk kembali ke sini," tambahnya sambil tertawa.


(fat/fat/detiksurabaya)

Senin, 09 Mei 2011

Tips Berbusana Muslim ke Kantor



Masalah busana untuk ke kantor bagi Anda yang berkerudung mungkin jadi hal yang membingungkan. Bagaimana mengenakan busana yang santun dan tetap terlihat chic? Yang sudah bertahun-tahun bergelut di dunia kerja pun, masih sering bingung memadukan busana kantor dan kerudungnya.

Mungkin sedikit tips ini bisa membantu. Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan untuk penampilan yang chic ke kantor, yaitu bahan dan motif busana, model busana muslim dan tentunya penutup kepala Anda, alias kerudung.

busana muslim

1 Bahan dan Motif

Pilih busana yang terbuat dari bahan nyaman, dalam artian bahannya tidak terlalu 'berat' dan tidak mudah kusut. Kemeja katun yang menutupi pinggul dengan belt kecil sebagai aksen bisa jadi pilihan selain tunik.

Warna-warna netral akan membuat Anda tampak lebih elegan. Pilihan bisa dijatuhkan pada krem, hitam, coklat, abu-abu ataupun biru tua.

Sebaiknya hindari motif floral untuk model busana muslim ke kantor. Motif polos dengan warna tegas akan memberikan kesan lebih professional dan juga mudah untuk di-mix-and-match.

2 Model

Pilih celana panjang palazzo atau model pipa dan padukan dengan atasan tunik. Bisa juga dipadukan dengan blazer atau cardigans.

Bila ingin tampil manis, kenakan camisole untuk lapisan dalamnya.

Selain celana, bila Anda ingin mengenakan rok, pilih saja yang panjang dengan lingkaran tidak terlalu lebar.

3 Penutup Kepala

Untuk penutup kepala, sebaiknya juga hindari motif yang ramai. Tidak harus yang polos, karena bagaimana pun Anda tetap butuh variasi agar tidak terlihat membosankan. Pilih saja yang ada sedikit motif di tepinya.

Pilih warna yang lembut. Sebaiknya hindari warna putih polos karena akan membuat Anda terlihat seperti memakai seragam murid madrasah. Selain itu juga cepat kotor.

4 Aksesoris dan teman-temannya

Untuk pilihan tas dan sepatu, Anda bisa menyesuaikan tone warnanya dengan busana yang Anda kenakan. Usahakan tone warnanya tidak 'lari' jauh dari paduan busana atau paling tidak, warnanya senada dengan motif yang menghias busana Anda.

Oke, sekarang sudah siap kan?

sumber:manetvision.blogspot.com

Senin, 29 November 2010

Baju Muslim Ala Artis Kerap Di Cari


Manohara Odelia Pinot dan Pasha Ungu sedang tenar di Pasar Tanah Abang. Gamis dan tunik yang pernah mereka pakai rupanya sedang dicari-cari.Seperti pengakuan beberapa penjual baju muslim di Pasar Tanah Abang, Anti (20) yang mengaku mendapat pesanan Model Baju Muslim Terbaru ala Manohara.

"Kalau baju gamis Manohara selalu dipesan terus. Kalau stok disini habis pasti kita

akan pesan lagi," ujar penjual baju muslimah Anti (20) kepada detikRamadan di Pasar Tanah Abang, Jakarta PusatMenurut Anti, Pesanan terhadap baju gamis Manohara tersebut juga datang dari luar Kota Jakarta.

"Sudah ada beberapa kota yang memesan model seperti ini. Salah satunya sudah ada dari Lombok," ungkapnya.Sementara itu, pedagang baju lainnya, Ahmad (32) juga mengakui bahwa selain gamis Manohara, baju para artis dan publik figur lainnya banyak dicari pembeli.

"Kemarin juga banyak yang memesan baju gamis model Jusuf Kalla dan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Artis lainnya seperti Pasha Ungu," tuturnya.Ahmad memperkirakan, untuk Ramadan dan natal kali ini akan didominasi oleh baju gamis Manohara. "Pasti dekat Natal nanti maka akan laku keras penjualannya," pungkasnya.

Sumber

Muslimah di Eropa,Modis Tapi Tetap Islami


Meski menghadapi tantangan hidup di negara yang menganut sekularisme, di mana jilbab masih di larang di sebagian sekolah-sekolah milik pemerintah, Muslim Eropa mampu memberikan pengaruhnya lewat busana Muslim.

“H&M dan semua toko-toko di Prancis mengambil baju muslim kami, ” kata Mahika, Muslimah berusia 24 tahun yang tinggal di Paris. H&M atau Hennes & Mauritz adalah perusahan pakaian terkenal dari Swedia.

Sementara itu Ouslhgozi Jkrom pemilik toko pakaian mengatakan, busana yang sedang populer saat ini adalah busana dengan hiasan payet dan manik-manik. “Sedangkan warna yang banyak diminati adalah warga oranye, ” kata Jkrom sambil memperlihatkan koleksi pakaian dan jilbab dengan warna-warna cerah yang ada di tokonya. “Saya melihat bahwa sangat mudah berbusana di sini, semua model pakaian ada di kota, ” kata Bushra Sayed yang tinggal di Rotterdam, Belanda.

Dengan mengenakan jilbab berwarna coklat tua, rok jeans dan baju panjang, Bushra meyakini bahwa agama dan gaya berbusana, bisa berjalan beriringan.

“Saya seorang Muslim, tapi saya juga orang yang sangat tertarik dengan dunia fashion. Dan saya ingin mengombinasikan semua ini. Persoalannya cuma kombinasi, semuanya akan mudah jika Anda melihat pengaruh cara berbusana kami ke cara berbusana pada umumnya, ” papar Bushra.

Bushra mengaku tetap mengikuti perkembangan busana, tanpa harus melanggar aturan berbusana seperti yang diajarkan dalam Islam.

“Bagi saya, sangat penting untuk menutup tubuh saya, kecuali tangan, telapak kaki dan wajah. Dengan prinsip itu, saya tetap bisa mengenakan apapun yang ingin saya kenakan, asalkan tidak terlalu ketat dan pendek, ” tukasnya.

“Ibu saya, teman-teman dan kerabat sangat antusias dan saya tidak perlu repot soal gaya saya, ” sambungnya.

Sumber

Pemahaman Bergamis Dan Berbaju Muslim


Jika anda pernah pergi ke negara arab,maka anda tidak akan aneh lagi melihat orang menggunakan kondura atawa gamis.pakaian ini adalah Busana Muslim khas arab. Jika di tanah air gamis selalu identik dengan kyai atawa imam masjid,maka di tanah arab,orang nonton bola juga pake gamis,kalo anda jalan-jalan ke city center dubai untuk nonton bioskop maka anda akan melihat orang arab berseliweran dengan mengenakan gamis jadi sebenarnya gamis adalah budaya arab

Tapi berbeda dengan pakaian profesi,pakaian ala ustadz atawa kyai tanah air yang sering di manfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,dan celakanya banyak orang kita yang beranggapan bahwa orang yang menggunakan gamis itu identik dengan orang -orang ektrim,keras dan cap-cap negatif lainnya.apalagi kalau yang bersangkutan berjenggot,wah udah aja pikiran kita langsung ke arah yang enggak-engak.

padahal bisa jadi orang yang menggunakan baju biasa,justru lebih berbahaya karena sulit untuk di kenali,saat ini kita hidup dalam dunia yang penuh dengan penjungkirbalikan fakta.orang yang sebenarnya baik di anggap berbahaya,sedangkan orang yang sebenarnya berbahaya malah di anggap sebagai dewa.

betapa banyak muslimah saat ini yang berpakain tetapi sebenarnya ”telanjang”dengan pakaian yang serba mini dan sexi mengundang birahi kaum lelaki hidung zebra.jangan salahkan kaum laki-laki jika mereka punya victor ( vikiran kotor ) ketika melihat anda berlengak-lenggok seperti pragawati.akhirnya moga aja kedewasaan kita semakin bertambah,dan kita bisa semakin arif untuk membaca ”tanda” yang menyinggahi kehidupan kita.sehingga tidak terlalu cepat menilai seseorang hanya karena pakain yang di kenakannya.

Sumber

Jilbab: Citra Intelektual dan Spiritual


Fenomena jilbab akhir-akhir ini semakin marak. Gelombang fenomena ini semakin terasa pada kampus-kampus yang berkonotasi pada kam-pus "sekuler" atau "tidak Islami". Dalam satu sisi pandang, jelas ini merupakan suatu hal yang patut disyukuri. Karena, paling tidak ini menjadi suatu cermin korektif betapa kesadaran akan penghayatan keberagamaan secara lebih mendalam menjadi suatu kebutuhan yang esensial dalam menghadapi arus zaman sekarang ini.

Berjilbab, dalam tatapan ekologis dan kosmologis, merupakan suatu perlawanan dan penolakan terhadap perkembangan budaya asing yang mewabah di negeri ini. Dengan berjilbab, ada semacam proses identifikasi untuk menjadi Muslimah sejati.

Penulis The Tao of Islam, Sachiko Murata, men-jelaskan dengan sangat menarik perihal kepentingan kaum wanita Muslimah menutupi aurat mereka. Tulisnya, "Keindahan dan kecantikan Tuhan termanisfestasi dalam diri wanita. Semakin wanita tersebut menjaga keindahan dan kecantikannya, maka dalam tatapan kosmologis, wanita tersebut seolah-olah menutupi Keindahan dan Kecantikan Tuhan."

Sayang, kesadaran wanita yang berjilbab itu belum sampai ke arah seperti itu. Pada dataran praktis, masih banyak terjadi percampuran budaya Barat de-ngan budaya Islam. Ataupun, ketidakmampuan untuk mengendalikan keinginan diri. Misalnya, sebagian wanita sudah menge-nakan kerudung atau jilbab serta busana muslim, tapi bajunya terbuat dari kain yang tipis yang tentu saja mem-bentuk tubuhnya yang indah. Jelas, hal ini kurang memenuhi ke-sempurnaan perintah syariat.

Sumber

Busana Muslim Mampu Kurangi Syahwat


Sebenarnya busana Muslim sangatlah indah, jika seorang wanita mengenakannya maka akan menambah keanggunan dan martabatnya. Secara kasat mata, si wanita tersebut seolah-olah mengumumkan bahwa “saya seorang Muslimah, saya tidak mengumbar aurat sembarangan kepada dunia, kecuali kepada suami sendiri”. Alhamdulillah sejauh ini minat kaum Muslim terhadap busananya masih terbilang tinggi.

Walaupun cukup disayangkan, karena ada sebagian kaum Muslim yang mengenakan busana Model Baju Muslim hanya untuk waktu-waktu tertentu, contohnya seperti perayaan hari besar (Ied Fitri dan Ied Adha), pergi ke Masjid, Mushola dan Surau atau acara Nikahan, setelah itu mereka kembali kepada baju modernnya sebagai ciri khas kesehariannya.

Ada juga sebagian kaum Muslimah yang mengenakan busana Muslim, seperti Jilbab untuk menutupi kekurangan pada rambutnya yang tidak elok, namun tubuhnya di tutupi oleh kaos ketat (hingga bagian pinggang & pusernya terlihat dan bagian buah dadanya menyumbul) dan kakinya di baluti celana jeans ketat hingga lekuk pinggang hingga kakiknya terlihat jelas. Muslimah jenis ini cocok dengan ungkapan, leher keatas melihat surga, leher kebawah neraka!

Sebagai pria yang sehat dan punya kebutuhan seksual, maka wajar jika ia tergoda, karena pria tersebut punya hawa nafsu. Karena ia melihat pemandangan yang menantang nafsunya, lain halnya jika si wanita berpakaian tertutup (baca pakaian Muslimah), namun masih juga di perkosa, baru tepat jika si pria di cap berfikiran kotor dan mesum.

Wanita yang berpakaian sexy dalam bentuk apapun maka ia tidak menjaga tubuhnya dari ancaman pemerkosaan, kejahatan tidak hanya niat dari pelakunya tapi kesempatan yang muncul dihadapan si pelaku (pinjem kata-kata bang Napi!). Dan ini tidak ada hubungannya dengan hak asasi manusia untuk berseksi ria atau bertelanjang ria di muka publik. Manusia bukan untuk memamerkan tubuhnya! Tapi menjaganya dari ancaman kejahatan, dimulai dari diri sendiri!

Kita bukan mahluk purba jaman doeloe yang masih bertelanjang badan dalam keseharian, namun kita sudah beradab, maka berpakaianlah sesuai tuntunan agama kamu, jika kamu mau selamat dunia dan akhirat…Amiiin

Sumber