Rabu, 01 Februari 2012

Mengenal Nilai Sejarah Dalam Motif Batik Kawung






Motif Batik Kawung - Indonesia memiliki ratusan motif batik sebagian besar motif batik masih didominasi oleh pulau jawa. Salah satu motif batik yg terkenal adalah motif batik kawung.

Motif batik kawung sendiri bergambar bunga pohon aren (buah kolang-kaling). Motif batik kawung mempunyai geometris segi empat menurut kebudayaan jawa melambangkan suatu ajaran tentang terjadinya kehidupan manusia.

Awal sejarahnya motif batik kawung ini digunakan kalangan keluarga kerajaan, namun setelah Mataram terjadi dikotomi dua motif dan corak batik, ini dikenakan golongan yg berbeda. Di Surakarta motif batik kawung ini digunakan oleh golongan Punokawan dan Abdidalem jajar priyantaka, sedangkan pada cerita pewaygan, motif batik kawung ini dipakai oleh Semar, Gareng, Petruk & Bagong.



Mengenal Ragam motif batik Kawung:
Motif Batik Kawung Picis berasal dari nama uang pecahan sepuluh sen.
Motif Batik Kawung Bribil berasal dari nama uang pecahan dua puluh lima sen.
Motif Batik Kawung Sen berasal dari nama uang pecahan satu sen. Makna corak ini adalah bahwa kehidupan ini akan kembali kepada alam. Oleh karena itu dalam tradisi dahulu motif ini dipakai tuk penutup orang meninggal.



Dan tuk motif batik kawung saat ini biasa dilengkapi dgn berbagi ornemen pelengkap diantarnya:

Burung Garuda, yg dalam mitologi Jawa yg melambangkan alam atas atau kehidupan roh. Garuda juga melambangkan keperkasaan dan kekuatan. Jarang ditemukan motif garuda utuh, biasanya hanya mengambil dari unsur sayap, bulu, cakar, atau ekornya

Gunung Meru, dimana secara geometris berbentuk segitiga. Gunung menyimbolkan tempat persemaygan dewa dan perlindungan bagi binatang maupun tumbuhan

Bentuk Cemukiran, adalah ornamen api. Ornamen ini melambangkan kemauan yg kuat, semangat, dan usaha yg tidak pernah mengenal menyerah.

Info Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar